Kuala Tungkal – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Jambi terus digencarkan, kali ini melalui penguatan peran orang tua sebagai garda terdepan tumbuh kembang anak. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Perwakilan Provinsi Jambi menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengikuti Webinar Tamasya di Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri 9 yang digelar secara daring, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari Ruang Rapat Bupati Tanjab Barat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Fadhilah Sadat, didampingi jajaran struktural TP-PKK. Hadir pula Wakil Ketua IV TP-PKK, Ketua dan Wakil Ketua Pokja 4, Ketua dan Anggota Pokja 2, serta Sekretaris TP-PKK Tanjab Barat. Kehadiran unsur pimpinan dan pokja ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menyerap materi strategis tentang pencegahan stunting.
Webinar yang mengusung tema edukasi gizi untuk anak usia 6–23 bulan dan 24–59 bulan ini merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan stunting sejak dini. Fokus pada dua kelompok usia krusial tersebut—yang dikenal sebagai periode emas sekaligus periode kritis pertumbuhan—menjadi perhatian utama karena dampaknya yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dalam paparan materi yang disampaikan narasumber dari BKKBN Provinsi Jambi, terdapat tiga pilar utama yang ditekankan. Pertama, pentingnya pola makan sehat yang tidak hanya berfokus pada kuantitas tetapi juga kualitas dan variasi gizi. Kedua, kebutuhan nutrisi sesuai usia, di mana anak 6–23 bulan membutuhkan pendampingan ekstra dalam masa transisi dari ASI ke Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sementara anak 24–59 bulan memerlukan keseimbangan zat gizi makro dan mikro untuk mendukung aktivitas dan kecerdasan. Ketiga, peran orang tua sebagai pendidik dan teladan utama dalam memastikan tumbuh kembang anak optimal.