3 Juni 2026
3

Kuala Tungkal – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Jambi terus digencarkan, kali ini melalui penguatan peran orang tua sebagai garda terdepan tumbuh kembang anak. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Perwakilan Provinsi Jambi menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengikuti Webinar Tamasya di Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri 9 yang digelar secara daring, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari Ruang Rapat Bupati Tanjab Barat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Fadhilah Sadat, didampingi jajaran struktural TP-PKK. Hadir pula Wakil Ketua IV TP-PKK, Ketua dan Wakil Ketua Pokja 4, Ketua dan Anggota Pokja 2, serta Sekretaris TP-PKK Tanjab Barat. Kehadiran unsur pimpinan dan pokja ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menyerap materi strategis tentang pencegahan stunting.

Webinar yang mengusung tema edukasi gizi untuk anak usia 6–23 bulan dan 24–59 bulan ini merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan stunting sejak dini. Fokus pada dua kelompok usia krusial tersebut—yang dikenal sebagai periode emas sekaligus periode kritis pertumbuhan—menjadi perhatian utama karena dampaknya yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dalam paparan materi yang disampaikan narasumber dari BKKBN Provinsi Jambi, terdapat tiga pilar utama yang ditekankan. Pertama, pentingnya pola makan sehat yang tidak hanya berfokus pada kuantitas tetapi juga kualitas dan variasi gizi. Kedua, kebutuhan nutrisi sesuai usia, di mana anak 6–23 bulan membutuhkan pendampingan ekstra dalam masa transisi dari ASI ke Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sementara anak 24–59 bulan memerlukan keseimbangan zat gizi makro dan mikro untuk mendukung aktivitas dan kecerdasan. Ketiga, peran orang tua sebagai pendidik dan teladan utama dalam memastikan tumbuh kembang anak optimal.

Orang tua yang hebat adalah orang tua yang terus belajar. Webinar KERABAT ini menjadi sarana penting bagi seluruh kader PKK Tanjab Barat, untuk kemudian menularkan ilmu kepada masyarakat luas. Bukan hanya tentang memberi makan, tetapi bagaimana memastikan anak mendapatkan gizi yang tepat sesuai usianya.

Senada dengan itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jambi dalam materinya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, terutama dengan organisasi perempuan seperti TP-PKK yang memiliki jaringannya hingga ke desa dan dusun, merupakan kekuatan besar. TP-PKK dinilai sebagai ujung tombak yang paling memahami kondisi riil keluarga di Tanjab Barat, sehingga pendekatan yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran.

Tujuan akhir dari seluruh rangkaian webinar ini jelas: menciptakan generasi Indonesia yang bebas stunting, sehat, dan kuat. Bukan sekadar bebas dari gangguan fisik akibat kekurangan gizi kronis, tetapi juga generasi yang unggul secara kognitif dan produktif di masa mendatang.

Dengan digelarnya kegiatan ini, TP-PKK Tanjab Barat berkomitmen untuk tidak berhenti pada tataran teori. Langkah nyata selanjutnya adalah mendesiminasikan materi-materi tersebut ke dalam program kerja Pokja 2 dan Pokja 4, yang secara langsung bersentuhan dengan ketahanan keluarga dan kesehatan ibu anak. Dari ruang rapat bupati yang sunyi itu, sebuah gerakan baru lahir: gerakan orang tua hebat untuk Tanjab Barat bebas stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *