SEBERANG KOTA – Di tengah semarak ibadah dan silaturahmi bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Safari Ramadan di Masjid Baiturrahim, Desa Teluk Pulai Raya, Kecamatan Seberang Kota, Selasa malam (24/2/2026). Namun di balik hangatnya kebersamaan, Wakil Bupati Tanjab Barat, Dr. H. Katamso, menyampaikan kabar yang mengusik keprihatinan bersama: masih tercatat 48 anak stunting di Kecamatan Seberang Kota, dan tiga di antaranya berada tepat di Desa Teluk Pulai Raya.
Safari Ramadan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Katamso tersebut berlangsung khidmat. Hadir pula Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabag di lingkungan Setda, Ketua Baznas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanjab Barat, Camat Seberang Kota, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Seberang Kota, unsur perbankan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta puluhan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menjelaskan bahwa agenda Safari Ramadan merupakan kegiatan rutin pemkab yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menyampaikan berbagai progres pembangunan sekaligus mendengar langsung aspirasi warga.
“Kami hadir di sini bukan sekadar berbuka puasa dan salat bersama. Ini adalah ajang kita bertemu, bersilaturahmi, dan saya sampaikan apa yang sudah dan akan pemerintah lakukan untuk masyarakat Seberang Kota, khususnya di bidang infrastruktur jalan dan pendidikan yang menjadi prioritas utama kami,” ujar Wakil Bupati di hadapan jamaah.
Di tengah paparan tentang pembangunan fisik, Wakil Bupati Katamso menyinggung keprihatinan beliau terkait stunting di wilayah Seberang Kota. Ia mengungkapkan data yang menurutnya tidak bisa diabaikan begitu saja.
“Saya dapat laporan, di Kecamatan Seberang Kota ini masih ada 48 anak yang mengalami stunting. Bahkan di Desa Teluk Pulau Raya, tempat kita berdiri sekarang, ada tiga anak yang masuk dalam kategori stunting. Ini adalah persoalan serius yang harus kita selesaikan bersama,” ungkap Katamso.
Stunting, lanjutnya, bukan sekadar masalah tinggi badan anak yang kurang dari standar usianya. Lebih dari itu, stunting adalah cerminan masa depan yang terancam. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami keterlambatan perkembangan otak, daya tangkap yang rendah, serta produktivitas yang menurun saat dewasa.
Oleh karena itu, Wakil Bupati tidak ingin persoalan ini hanya menjadi angka di atas kertas. Ia secara khusus mengajak seluruh elemen yang hadir—mulai dari aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan puskesmas, para kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat—untuk bersama-sama bergerak menangani dan menuntaskan permasalahan stunting ini.
Tidak bisa hanya pemerintah daerah yang bekerja. Ini butuh kolaborasi. Para kades dan lurah, data anak stunting di wilayahnya masing-masing harus valid. Puskesmas harus aktif melakukan pendampingan gizi. Kader PKK dan kader kesehatan harus turun ke lapangan mengedukasi ibu-ibu tentang pola makan yang benar. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga bisa membantu mengingatkan warga. Semua tentu punya peran masing-masing.
Momentum Safari Ramadan kali ini pun tak sekadar menjadi ajang seremonial. Wakil Bupati Katamso juga memastikan adanya intervensi nyata. Pada kesempatan tersebut, diserahkan berbagai bantuan yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat, termasuk anak-anak stunting.
Bantuan yang disalurkan antara lain dari Baznas Tanjab Barat sebesar Rp10 juta untuk pembangunan Masjid Baiturrahim, serta bantuan dari Bank Tanggo Rajo sebesar Rp2,5 juta untuk pembangunan madrasah. Selain itu, disalurkan pula bantuan mushaf Al-Qur’an, alat kebersihan, santunan anak yatim, bantuan untuk takmir masjid, serta puluhan paket sembako bagi kaum dhuafa.
Di penghujung acara, Wakil Bupati bersama rombongan melaksanakan salat Maghrib dan Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama warga Desa Teluk Pulai Raya. Safari Ramadan yang biasanya identik dengan kemeriahan takjil dan salat bersama, malam itu di Desa Teluk Pulai Raya menyisakan pesan mendalam: bahwa pembangunan manusia tidak kalah pentingnya dari pembangunan fisik. Dan di bulan penuh ampunan ini, kepedulian terhadap anak-anak stunting adalah salah satu ibadah yang paling mulia.